Mahasiswa KKN-ITSM Dorong Pembangunan Desa Darsono

Jember, 15 Agustus 2025 – Semangat membangun desa terus digaungkan mahasiswa Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala Jember melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahun ini, Desa Darsono di Kecamatan Arjasa menjadi salah satu desa binaan yang merasakan dampak positif kehadiran mahasiswa. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa KKN hadir langsung di tengah masyarakat dengan membawa inovasi, edukasi, serta pendampingan usaha lokal.

Fokus pada Permasalahan Nyata Masyarakat

Desa Darsono memiliki berbagai potensi, tetapi juga menghadapi tantangan yang nyata. Mulai dari rendahnya literasi digital sehingga masyarakat rentan terhadap penipuan online, masalah kesehatan berupa stunting pada anak-anak, hingga kurangnya kesadaran pengelolaan sampah plastik. Selain itu, sektor UMKM juga masih memerlukan dorongan besar, salah satunya usaha tempe milik Pak Elsa dan Bu Elsa yang sempat terhenti akibat keterbatasan peralatan dan pemasaran. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN ITS Mandala merancang program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dengan menggabungkan aspek edukasi, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Edukasi Digital dan Pencegahan Penipuan

Salah satu kegiatan utama adalah sosialisasi pencegahan hoaks dan penipuan. Kegiatan ini menyasar para ibu rumah tangga yang kerap menjadi target investasi bodong dan penipuan daring. Dengan penyampaian sederhana dan interaktif, mahasiswa menjelaskan cara mengenali modus penipuan serta bagaimana bertransaksi secara aman di e-commerce maupun mobile banking. Hasilnya, masyarakat menjadi lebih waspada terhadap tawaran yang mencurigakan. Banyak warga yang mengaku baru mengetahui cara mengecek kebenaran informasi melalui langkah-langkah sederhana yang diajarkan mahasiswa.

Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat

Di bidang kesehatan, mahasiswa mengadakan sosialisasi dan pelatihan bertema “Cegah Stunting Wujudkan Indonesia Emas”. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak kecil. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta dampak buruk stunting terhadap perkembangan anak. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari jenis makanan sehat yang terjangkau hingga cara mengatur pola makan keluarga. Menurut salah satu peserta, edukasi ini sangat bermanfaat karena sebelumnya banyak warga yang belum memahami secara detail apa itu stunting. “Kami jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan anak sejak dini,” ujar salah satu ibu peserta sosialisasi.

Program Bank Sampah: Dari Lingkungan Bersih ke Nilai Ekonomi

Masalah sampah plastik juga menjadi perhatian mahasiswa. Mereka menggagas program bank sampah yang melibatkan seluruh warga. Masyarakat diajak untuk mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing, kemudian dipilah agar bisa diolah lebih lanjut. Walaupun partisipasi awal belum maksimal, langkah kecil ini menjadi pintu masuk bagi kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ke depan, bank sampah ini akan diarahkan menjadi sumber ekonomi alternatif jika masyarakat mampu mengolah sampah plastik menjadi kerajinan atau produk bernilai jual.

“Tempe Jawara”: UMKM Lokal Naik Kelas

Di sektor ekonomi, mahasiswa memberikan perhatian besar pada UMKM lokal, terutama usaha tempe milik Pak Elsa dan Bu Elsa. Usaha ini sempat mengalami kebangkrutan, tetapi kemudian dibangkitkan kembali. Mahasiswa membantu dari sisi branding, desain logo, hingga strategi pemasaran digital. Produk tempe yang sebelumnya dijual tanpa identitas kini memiliki nama baru, “Tempe Jawara”, lengkap dengan logo yang menarik. Mahasiswa juga memperkenalkan cara promosi melalui TikTok dan marketplace online. Tak hanya itu, tim KKN memfasilitasi peralatan berupa gentong air baru untuk mendukung produksi tempe. Hasilnya langsung terasa: penjualan meningkat, dan bahkan “Tempe Jawara” sempat dibeli langsung oleh Bupati Jember.

Pemuda Desa Melek Promosi Online

Selain membantu UMKM, mahasiswa juga melatih wirausahawan muda Desa Darsono yang bergerak di bidang usaha potong rambut dan tape. Mereka diajarkan cara membuat konten promosi di TikTok, mengelola akun bisnis, hingga menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam waktu singkat, salah satu usaha tape lokal berhasil meningkatkan penjualan berkat promosi rutin di media sosial.

Harapan Keberlanjutan, dengan berakhirnya program KKN, masyarakat Desa Darsono merasakan perubahan nyata. Mereka menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan, lebih waspada terhadap penipuan online, dan mulai melihat peluang usaha dari sampah maupun media sosial. Mahasiswa berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, program lanjutan akan difokuskan pada pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai jual, sehingga tidak hanya lingkungan bersih, tetapi juga muncul sumber ekonomi baru. Kehadiran mahasiswa melalui KKN membuktikan bahwa kolaborasi sederhana dapat melahirkan perubahan besar. Desa Darsono kini semakin siap melangkah menuju desa mandiri yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Categories: