Diskusi Riset Lintas Negara: Indonesia, Timor Leste, dan Perancis

Jember, 2 Februari 2026 – Sebuah forum akademik internasional digelar secara online untuk membahas pengajuan usulan riset kolaboratif antara Indonesia, Timor Leste, dan Perancis. Diskusi ini mempertemukan para akademisi dari tiga institusi berbeda yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan penelitian berbasis kolaborasi lintas negara. Universitas Airlangga diwakili oleh Moses Glorino Rumambo Pandin, yang menekankan pentingnya riset bersama sebagai sarana memperkuat jejaring akademik dan memperluas dampak penelitian terhadap masyarakat. Dari Institut Teknologi dan Sains Mandala, hadir Riza Bahtiar Sulistyan, yang menyoroti integrasi riset dengan kebutuhan lokal serta relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, Anna Isabela Sanam dari IOB Timor Leste menekankan dimensi sosial-budaya dalam penelitian, khususnya bagaimana riset dapat menjadi jembatan pemahaman antarbangsa.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menekankan tiga poin utama:

  1. Penguatan kolaborasi akademik antara universitas di Asia Tenggara dan Eropa.
  2. Integrasi riset dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) agar hasil penelitian memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
  3. Pertukaran pengetahuan dan budaya sebagai landasan memperkuat hubungan antarnegara melalui penelitian.

Rencana pengajuan usulan riset ini diharapkan menjadi tonggak awal kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang ilmu sosial dan budaya, tetapi juga dalam sains dan teknologi. Dengan keterlibatan tiga institusi tersebut, kolaborasi ini diyakini mampu menghasilkan penelitian yang inovatif, relevan, dan berdampak internasional.

Categories: