
Jember, 13 Agustus 2025 – Dalam rangka menggali nilai-nilai budaya lokal dan memperkuat basis data penelitian seni tradisional, Tim Penelitian Fundamental menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Paguyuban Jaranan Jember di Sanggar Kesenian Jaranan Putra Tanjung.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya Dr. Riza Bahtiar Sulistyan, S.E., M.M. selaku Ketua Tim Penelitian Fundamental, Bapak Fajar dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Bapak Candra dari Komisi B DPRD Jember, serta Bapak Sugeng selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif, membahas tantangan pelestarian seni jaranan di tengah arus modernisasi, serta strategi kolaboratif antara komunitas budaya dan lembaga pemerintah. Dr. Riza menekankan pentingnya dokumentasi akademik yang kontekstual dan partisipatif sebagai dasar penguatan kebijakan pelestarian budaya.

“FGD ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga ruang validasi pengetahuan lokal tentang kesenian Jaranan yang selama berkembang dimasyarakat,” ujar Fajar, menyoroti peran aktif sanggar dalam menjaga tradisi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian riset lapangan yang bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis budaya lokal, sekaligus memperkuat posisi seni jaranan sebagai warisan takbenda yang layak diangkat ke tingkat nasional.
