Diskusi Riset Kolaborasi Indonesia bersama 25 Peneliti

Jember, 28 Maret 2026 – Sebuah langkah penting dalam penguatan ekosistem akademik di kawasan Asia Tenggara tengah digagas melalui riset kolaborasi yang melibatkan 25 peneliti lintas institusi. Riset ini dipimpin oleh Dr. Moses Glorino Rumambo Padin dari Universitas Airlangga, dengan judul: “Mengidentifikasi Faktor Penentu Keberhasilan Ekosistem Akademik Tangguh: Analisis Faktor Beban Kerja, Kompensasi, dan Keterlibatan Industri sebagai Variabel Kritis (Studi Komparatif Kebijakan Indonesia dan Malaysia)”. Riset ini merupakan tindak lanjut dari pendanaan program EQUITY tahun 2025-2026.

Dalam penelitian ini, diikuti oleh beberapa perguruan tinggi diantaranya Institut Teknologi dan Sains Mandala, Universitas Jember, Universitas Sumatera Utara, Universitas Pamulang dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITS Mandala) turut berperan aktif dengan menghadirkan perwakilan akademisi terbaiknya, yakni Dr. Nurshadrina Kartika Sari, Dr. Yuniorita Indah Handayani, Dr. Riza Bahtar Sulistyan, dan Ilham Hamid. Kolaborasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam membangun ekosistem akademik yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Dr. Moses menegaskan bahwa riset ini tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada rekomendasi kebijakan nyata yang dapat memperkuat daya saing perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, perwakilan ITS Mandala menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan industri agar hasil riset benar-benar berdampak pada pembangunan ekonomi dan sosial. Dengan keterlibatan 25 peneliti dari berbagai institusi, riset ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam diplomasi akademik serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kolaborasi riset di Indonesia.

Categories: